Published On: 18/01/2024

Siska Ngaku Lihat Baphomet Saat Terjebak Sekte Pengabdi Setan, Apa Itu?

Selamat datang di WPFaster Daily News, kali ini kita akan membahas Siska Ngaku Lihat Baphomet Saat Terjebak Sekte Pengabdi Setan, Apa Itu?. Bagikan berita menarik ini ke orang terdekat anda!


Surabaya

Berbicara tentang pemujaan setan, tak terlepas dari sosok baphomet. Sosok berkepala kambing duduk bersila ini dikenal sebagai simbol penyembah setan. Baphomet sebenarnya sudah ada sejak lama.

Melansir Universitas Stekom, gambar baphomet yang sekarang diciptakan oleh Eliphas Levi pada abad ke-19. Pada lengannya terdapat tulisan dalam bahasa Latin yakni solve (melarutkan) dan coagula (mengeraskan).

Baphomet berasal dari bahasa Latin abad pertengahan, yaitu baphometh, baffometi, dan bafometz. Baphomet merupakan sosok imajinasi berbentuk rusa pagan yang kembali dihidupkan pada abad ke-19 sebagai figur okultisme dan setanisme.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nama baphomet muncul pertama kali dalam bahasa Latin dan Provencal (dialek Prancis Selatan) pada abad ke-11 dan 12. Nama ini digunakan untuk memanipulasi kata lucifer, namun kemudian merujuk dewa pagan.

Sejarah Baphomet

Mengutip Insert Live, dahulu kala, baphomet dikaitkan dengan berhala yang disembah ksatria Templar, sebuah ordo militer Katolik abad pertengahan. Dalam tradisi okultisme, baphomet adalah sosok berkuasa yang digambarkan sebagai pria bersayap dan berkepala kambing.

Baphomet diketahui sudah digunakan sejak tahun 1090-an. Banyak teori mengambang soal asal-usul baphomet. Kemudian, baphomet semakin terkenal bermula saat ksatria Templar dituduh melakukan ibadah dan mengikuti aliran sesat.

Sebuah surat yang ditulis Anselmus dari Ribemont pada 1098 mengisahkan pengepungan Antiokhia selama Perang Salib Pertama. Dalam suratnya, Anselmus menyebut orang-orang Turki menyerukan baphomet.

Saat itu, beberapa pihak pun berpendapat bahwa baphomet mengacu pada mahomet, ejaan alternatif dari Muhammad. Hingga kemudian pada 1307, Philip IV menangkap para ksatria Templar yang dituduh menyembah berhala laki-laki berjanggut yang disebut baphomet.

Hingga pada interogasi dan di bawah penyiksaan, beberapa ksatria Templar mengaku menyembah berhala kafir bernama baphomet. Meski begitu, tidak semua ksatria Templar menyembah baphomet.

Sehingga tidak diketahui pasti apakah baphomet memang berhubungan dengan aktivitas para ksatria Templar. Atau apakah pengakuan itu hanya untuk memperkuat tuduhan ksatria Templar pengikut aliran sesat, dan hanya penyiksaan.

Baphomet pun seolah tenggelam, dan baru muncul lagi dalam karya okultisme abad ke-19 lewat Eliphas Levi. Pada pertengahan 1850-an, Levi dalam buku Dogmas and Rituals of High Magic membuat gambar baphomet.

Gambar baphomet diletakkan pada bagian depan buku tersebut. Gambar Levi itu semakin menginspirasi inkarnasi baphomet yang dibayangkan sebagai Kambing Sabat.

Gambar kambing Sabat adalah penggabungan manusia bersayap hermfrodit yang memiliki kepala dan kaki kambing. Di mana kaki kambingnya dihiasi simbol esoterik. Gambar baphomet itu pun mempengaruhi gambar tarot Rider-Waite tentang iblis.

Baphomet Pemuja Setan

Seiring berjalannya waktu, baphomet tidak menjadi seterkenal itu. Hingga pada 2014, baphomet kembali menjadi sorotan dan kontroversi.

Ketika itu, kuil setan, organisasi yang ingin memisahkan gereja dan negara, menyumbangkan patung baphomet. Patung tersebut hendak didirikan di samping Monumen 10 Perintah Allah di luar Mahkamah Agung Oklahoma.

Setahun kemudian, tepatnya 2015, patung baphomet diresmikan hingga menimbulkan banyak kontroversi di depan Kuil Setan Detroit. Baphomet pun dipandang sebagai simbol setan atau subversif.

Baphomet juga mewakili sesuatu yang dianggap jahat dan menjadi tanda pengenal penganut ilmu gaib. Pun begitu, bagi okultis baphomet bukan setan melainkan berhala atau dewa yang menyelaraskan pertentangan kosmis.

Siska Ngaku Lihat Baphomet Saat Terjebak Sekte Pengabdi Setan

Seorang perempuan bernama Siska mengaku sempat terjebak dalam sebuah kegiatan yang diduga sekte pengabdi setan, di Kota Malang pada 2014. Keyakinan Siska bahwa acara itu bukan seminar tapi lebih mirip ritual penyembahan setan bertambah, dengan sikap aneh hadirin.

“Pas aku pamit sama ibu ketua yayasan itu, dia noleh nggak bilang apa-apa, cuma manggut. Makin takut lah aku, ini setan apa gimana? Yawis kita berempat pulang, agak berlari. Satu ruangan itu melihat kita. Terus kita pastikan patung di depan pintu masuk tadi ternyata benar patung Baphomet, di bawahnya ada kayak cawan gini isinya mirip darah,” ujarnya di YouTube channel Lonceng Mystery.

Setelah acara itu, Siska bercerita, banyak kejadian aneh yang dia alami di rumahnya, dan kantor. Bahkan dia nyaris tewas terlindas bus dalam kecelakaan pulang mengantar ibunya ke pasar.

“Terus temanku S yang ngajak aku masuk yayasan itu ternyata meninggal nggak lama setelah acara itu. Sakit tapi nggak diketahui sakitnya apa,” ujarnya.

Simak Video “‘Pengabdi Setan 2’ Ditonton 700 Ribu Orang di Hari Pertama
[Gambas:Video 20detik]
(irb/sun)

Bagikan: