Published On: 18/01/2024

Kesenjangan Gender Diangkat di WEF, Sri Mulyani Ceritakan Kondisi Wanita Pekerja di Indonesia

Selamat datang di WPFaster Daily News, kali ini kita akan membahas Kesenjangan Gender Diangkat di WEF, Sri Mulyani Ceritakan Kondisi Wanita Pekerja di Indonesia. Bagikan berita menarik ini ke orang terdekat anda!

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: Dokumen Kemenkeu


Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan kesenjangan gender berdampak pada perekonomian global. Hal itu menjadi salah satu topik yang dibahas dalam World Economic Forum.

Dia mengatakan, jika dapat menutup kesenjangan itu maka ada potensi keuntungan hingga USD172 triliun.

“Potensi keuntungan bagi perekonomian global apabila kita dapat menutup kesenjangan ini adalah sebesar USD172 triliun melalui dividen gender. Masif,” kata Sri Mulyani dikutip dari laman Instagram pribadi, Rabu, 17 Januari 2024.

Bendahara negara itu menjelaskan, isu tersebut dibahas dalam sesi ‘The Economics of Gender Parity’. Di sesi itu, Sri Mulyani berkesempatan membagikan pengalaman dirinya sebagai seorang menteri dan wanita yang berkarir di Indonesia.

Menurutnya, permasalahan yang kerap dihadapi wanita Indonesia adalah perkara waktu dalam mengejar karier dan keluarga.

 

“Sering kali terjadi trade off di sini, wanita memilih untuk melepas kariernya demi merawat keluarganya. Padahal, tidak sedikit wanita Indonesia memiliki kapabilitas dan kompetensi yang cemerlang. Ini yang harus kita perbaiki,” ujar dia.

 

Wanita dengan karier cemerlang

Lebih lanjut, ia mencontohkan, dari sektor energi saja di Indonesia, terdapat banyak wanita dengan karier cemerlang.

Pertamina, salah satu BUMN energi terbesar kita, CEO dan CFOnya adalah seorang wanita. Begitu juga PLN, CFOnya juga seorang wanita. “Mereka menjadi role model, terlebih di industri yang dahulu didominasi oleh satu gender saja,” imbuh dia.

Namun, ia juga menambahkan, mengatasi kesenjangan gender ini memerlukan dialog dan pembicaraan yang intensif. Terlebih, yang dilakukan adalah upaya untuk memecah langit-langit kaca (glass ceiling) yang sudah ada begitu lama.

“Satu hal yang pasti, bagi banyak wanita dan perempuan di dunia, yang sebelumnya tidak mungkin, kini sudah menjadi mungkin,” ujar dia.

 

Bagikan: