Published On: 18/01/2024

Implementasi Merdeka Belajar Lewat Kampus Mengajar, Apa Benefitnya?

Selamat datang di WPFaster Daily News, kali ini kita akan membahas Implementasi Merdeka Belajar Lewat Kampus Mengajar, Apa Benefitnya?. Bagikan berita menarik ini ke orang terdekat anda!

Jakarta, SapaNusa.— Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) meluncurkan Program Kampus Mengajar sebagai bagian dari implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Diluncurkan sejak tahun 2021, program Kampus Mengajar telah menginjak angkatan ketujuh. Program ini tidak hanya menawarkan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman mengajar, tetapi juga benefit lain. 

Pertama, bantuan biaya hidup sebesar Rp 1,2 juta per bulan yang diberikan kepada peserta Kampus Mengajar. Mereka akan menerima uang tersebut langsung melalui transfer ke rekening pribadi.

Kedua, bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang disalurkan sesuai dengan nominal UKT di setiap kampus, dengan batas maksimal bantuan mencapai Rp 2,4 juta.

Ketiga, dana untuk swab antigen/PCR disalurkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Keempat, dana darurat atau force majeure diberikan sebagai respons terhadap keadaan darurat selama penugasan, seperti sakit, kecelakaan, bencana alam, termasuk dana kepulangan dan kematian.

Kelima, peserta Program Kampus Mengajar akan memperoleh pengalaman mengajar yang dapat diakui dan disetarakan dalam bentuk satuan kredit semester (SKS) sebanyak 20 SKS. Hal tersebut sebagai bentuk pengakuan terhadap kontribusi mereka dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

“Mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change) diharapkan akan membantu meningkatkan kualitas pendidikan di jenjang SD dan SMP khususnya di bidang literasi dan numerasi,” tandas Mendikbudritek Nadiem Anwar Makarim yang dikutip melalui website kemdikbud.go.id

“Dengan mengikuti kegiatan Kampus Mengajar, mahasiswa akan memiliki kesempatan untuk mengasah jiwa kepemimpinan, soft skills, dan karakter, serta mendapat pengalaman yang tidak terlupakan,” lanjut Nadiem.

Salah satu peserta Program Kampus Mengajar, Chitra Ayu Triani Wijaya, mahasiswa Universitas Victory Sorong yang ditempatkan di SD Negeri 12 Kabupaten Sorong.

Menurut Chitra, Kampus Merdeka merupakan program yang seru. Hal menarik yang didapati saat mengikuti kegiatan tersebut adalah saat memberikan kelas tambahan membaca dan menghitung (Calistung).

“Antusias dan semangat belajar siswa-siswi sangat luar biasa sehingga tak jarang membuatku terharu. Jika anak-anak lain mengisi waktu kosong dengan bermain, maka di sini anak-anak mengisi kekosongan waktu dengan belajar Calistung,” ungkapnya yang dikutip melalui Instagram @kampusmengajar.

“Benar-benar kenangan yang akan sulit dilupakan nantinya. Pengalaman dan kenangan berharga yang didapati selama penugasan tidak akan tergantikan oleh apapun itu,” tandasnya. (*) 

Bagikan: